Cara Menghapus BI Checking

Istilah BI Checking tampaknya semakin lazim seiring dengan tren peningkatan pengajuan pinjaman ke bank. Catatan, BI Checking sebenarnya merupakan salah satu hal terpenting yang menentukan diterima atau tidaknya pengajuan pinjaman ke pihak bank. Sebenarnya apa yang dilakukan BI? BI Checking adalah proses pemeriksaan status riwayat kredit seseorang yang tercatat dan tercatat di SID Bank Indonesia (Sistem Informasi Debitur). Sebagai produk Bank Indonesia, SID memuat semua informasi penyediaan dana atau pinjaman dengan situasi dan permasalahan terkini selama 24 bulan. Sederhananya, SID berisi informasi tentang manfaat cicilan pinjaman seseorang.

Jika dalam BI Checking posisi seseorang yang mengajukan pinjaman bank berada pada skala 2, yang menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki tunggakan kredit kurang dari 90 hari. Namun, posisi skala 2 dalam BI Checking dinilai cukup aman. Artinya, bank bisa memberi peluang dengan menyetujui pengajuan pinjaman dari pihak yang berkepentingan. Namun, ini jelas merupakan kebijakan setiap bank.

Sementara itu, hasil BI Checking skala 3 ke atas menunjukkan bahwa pihak yang meminjam atau meminjamkan ke bank tidak berkinerja baik dalam hal angsuran kredit. Karenanya, bank umumnya menolak permohonan dari masyarakat yang memiliki fasilitas kredit.

Disadari atau tidak, masyarakat umum terikat dengan produk perbankan, khususnya produk pinjaman. Semoga setiap kebutuhan seperti modal kerja, renovasi rumah, kendaraan, kartu kredit, maupun perumahan bisa dipenuhi dengan mengajukan pinjaman bank. Dengan demikian, BI Checking menjadi penting dan populer di kalangan masyarakat. Kalaupun seseorang sudah memenuhi syarat administrasi dan menyerahkan dokumen lengkap, belum tentu permohonan itu disetujui. Tak sedikit, bahkan ditolak lantaran pendapatan operasional BI dinilai tak mencukupi menerima kredit dari bank, akibat kinerja pembayaran cicilan kredit yang buruk.

Peminjam berkinerja rendah biasanya masuk daftar hitam Akibatnya, sulit bagi mereka untuk mendapatkan pembayaran kembali kredit dari bank yang terkena dampak atau bank lain setidaknya selama 24 tahun ke depan. Secara otomatis, status riwayat kredit orang yang masuk daftar hitam akan otomatis terhapus setelah 24 bulan. Selama periode ini, pihak yang berkepentingan tidak dapat memperoleh kredit dari bank.

Lantas bagaimana cara menghilangkan kinerja pembayaran angsuran yang buruk pada BI Checking? Apakah Anda harus menunggu 24 bulan untuk menyelesaikan kinerja buruk? Bagaimana jika sebelum 24 bulan Anda membutuhkan dana baru yang hanya bisa didapatkan dari pinjaman bank, meski masih terkena checklist BI? Beberapa pertanyaan ini sering ditanyakan oleh kebanyakan orang, termasuk Anda.

Bahkan, untuk keluar dari blacklist BI, Anda bisa mengecek dan mengoreksi status history kredit Anda tanpa harus menunggu 24 bulan. Berikut langkah-langkah yang harus diambil.

Periksa status riwayat kredit Anda

Jika Anda merasa kinerja kredit Anda lemah, Anda dapat memeriksa status Anda pada skala apa. Anda dapat menanyakan bank dari mana Anda mendapatkan kredit atau langsung mengunjungi situs Bank Indonesia di www.bi.go.id.

Lunasi hutang yang belum dibayar

Status riwayat kredit yang masuk daftar hitam jelas menunjukkan kinerja cicilan pinjaman yang kurang baik. Oleh karena itu, untuk memulihkan status riwayat kredit Anda, Anda perlu menyelesaikan masalah cicilan yang belum dibayar. Lunasi pinjaman Anda, kemudian tanyakan pada bank yang memberikan bukti kredit sebagai bukti pembayaran.

Kunjungi kantor Bank Indonesia

Setelah melunasi tunggakan pinjaman dan mendapatkan bukti pelunasannya, datanglah ke kantor Bank Indonesia setempat. Pastikan Anda baik dan bersih. Jangan lupa untuk membawa email jawaban dari Bank Indonesia tentang status riwayat kredit dan dokumen identitas asli Anda. Komunikasikan tujuan kunjungan Anda kepada petugas yang berwenang. Harap dicatat dan ingat bahwa pemrosesan status riwayat kredit cek BI ini gratis atau gratis.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *